Biografi Agus Djaya

2 min read

Biografi Agus Djaya

Agus Djaya atau bernama lengkap Raden Agoes Djajasoeminta adalah seorang pelukis yang berasal dari Indonesia. Beliau lahir pada tahun 1913 di Pandeglang, Banten. Dalam keluarganya, ia adalah anak pertama dari dua bersaudara.

Adiknya bernama Otto Djaya, juga merupakan seorang yang ahli dalam dunia seni rupa.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai biografi Agus Djaya secara lengkap. Mulai dari pendidikannya, karir, perjalanan hidup beliau, karya lukisan, penghargaan, serta wafatnya beliau.

Berikut ulasannya….

Riwayat Pendidikan Agus Djaya

Di masa pendidikan, Agus Djaya pernah menempuh beberapa sekolah. Di antaranya adalah:

  • Hollandsch-Inlandsche School (1926)
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (1930)
  • Sekolah Menangah Pertanian (tidak tamat)
  • Hollandsche Indische Kweekschool (1934)
  • Akademi Seni Rupa Amsterdam Belanda.

Selama menempuh pendidikan di luar Negeri, ia banyak bertemu dan berkenalan dengan para seniman dunia. Seperti Pablo Picasso, Salvador Dali dan pematung asal Polandia yang bernama Ossip Zadkine.

Kurang lebih dari 3 tahun, yakni 1947 – 1949 ia mengikuti kuliah di Rijks Academie Beeldende Kunsten dan belajar jurnalistik di Fakultas Jurnalistik,

Setelah lulus dan mendapatkan banyak pengalaman, ia pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Nah, dari sinilah awal mula karir dan karyanya dikenal oleh banyak orang.

Karir Agus Djaya

Pada tahun 1937, Agus Djaya mendirikan sebuah organisasi yang bernama PERSAGI (Persatu Alhi Gambar Indonesia). Dan beliau menjabat sebagai ketua dari organisasi tersebut, dan digadang-gadang sebagai kelompok atau organisasi seniman pertama yang ada di Indonesia.

Di zaman penjajahan jepang, beliau direkomendasikan oleh Bung Karno untuk menjadi Ketua Pusat Kebudayaan Bagian Senirupa pada tahun 1942-1945. Serta, di zaman revolusi kemerdekaan beliau juga aktif sebagai Kolonel Intel dan F.P (Persiapan Lapangan).

Selain itu, beliau juga pernah diutus oleh Presiden Soekarno pergi ke Belanda selama kurang lebih 4 tahun sebagai Cultural Diplomacy, dalam rangka melakukan pendekatan agar Belanda bisa secepatnya mengakui Kedaulatan Indonesia.

Kehidupan Agus Djaya

Ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, ia pun kembali pulang ke tanah air dan membuka beberapa jenis usaha. Salah satunya adalah Art Shop dan Galeri di Jakarta. Setelah itu, beliau berhasil mencetak beberapa lukisan di Jepang.

Dan, sebagian besar dari lukisannya tersebut telah menjadi koleksi khusus milik Ir Soekarno. Pada bulan April 1976, beliau mengadakan pameran tunggal di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dengan memasang lebih dari 70 karya lukisan.

Selain itu, beliau juga pernah mengadakan beberapa agenda pameran di luar negeri. Seperti di Stedelijk Museum Amsterdam, Galerie Barbison Paris, Grand Prix des Beaux Art Monaco, International Art Gallery Sydney dan lainnya.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Agus Djaya merupakan seorang pelukis ternama asal Indonesia. Setiap karya lukisannya, dipercaya memiliki ciri khas dan unik. Terutama pada salah satu lukisannya yang memiliki pancaran magis dari warna biru dan merah, yang menggambarkan tentang kedekatan manusia dengan alam.

Oh iya, selain melukis. Ia juga suka dengan dunia seni wayang. Saat beliau memainkan atau mengerjakan objek wayang, terasa seperti ada kekayaan yang tersimpan, dan beraliran khusus tersendiri.

Karya Agus Djaya

Ada banyak sekali karya lukisan dari Agus Djaya. Dan, berikut adalah beberapa contoh karya lukisannya yang terkenal dan fenomenal seantero dunia:

Karya lukisan agus djaya
Karya lukisan agus djaya
Wiwaha, 1965
Dancers, 1953
Traditional Dance Performance, 1984
Figur Wanita, 1971

Penghargaan Agus Djaya

Dari tahun 1946 – 1993, sudah ada banyak sekali penghargaan yang telah ia raih. Baik secara Nasional, hingga Internasional. Berikut diantaranya:

  • Soerat Angkatan bertandatangan Mr. Amir Sjarifoedin, pengangkat Agoes Djaya sebagai kolonel (6-7-1946).
  • Soerat Perintah bantuan untuk Kolonel Agoes Djaya untuk Persiapan Moesioem Kesenian Nasional, bertandatangan Presiden Soekarno (13-7-1946).
  • Perwakilan Surat Kabar Merdeka di Batavia, bertandatangan Dr. G.W. Fris (3-7-1947).
  • Komite penilai lukisan oleh Pemerintah Amsterdam, bertandatangan Mr. A.de Roos.
  • Surat Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia untuk R. Agoes Djaya sebagai Intelligence Service, dan dianugerahi Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia (6-7-1954).
  • Penghargaan Satyalantjana Peristiwa aksi militer kesatu dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk R. Agoes Djaya, bertandatangan Djuanda (17-8-1958).
  • Penghargaan Satyalantjana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kedua dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk R. Agoes Djaya, bertandatangan Djuanda (17-8-1958).
  • Penghargaan Satyalantjana Gerakan Operasi Militer I dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia untuk R. Agoes Djaya, bertandatangan Djuanda (29-1-1959)
  • Piagam Hadiah Seni kepada Agus Djaya sebagai penghargaan pemerintah atas prestasinya yang luar biasa dalam bidang Seni Rupa Kontemporer, bertandatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro (12-6-1993).

Wafatnya Agus Djaya

Agus Djaya wafat di Bogor, Jawa Barat pada 24 April 1994. Namun, sebelum ia wafat. Beliau sebelumnya sempat tinggal di Bali bersama istrinya dan mendirikan sebuah studio seni di pantai Kuta, serta beliau juga menerima penghargaan Seni dari Pemerintah RI.

Baca Juga: Biografi Titian Ramsay Peale

Nah, itulah dia ulasan atau informasi singkat mengenai biografi Agus Djaya. Dengan adanya penjelasan ini, semoga dapat menambah wawasan kalian semua yah. Jika ada salah kata, kalimat, atau penyampaian. Mohon haraap maklum ya, hehe. (Reff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *