Wandi Setiawan Seorang yang suka membaca, menulis dan menggambar serta memiliki hobi bermain bola. Tim favorit Liverpol.

Biografi Basuki Abdullah

2 min read

Biografi Basuki Abdullah

Basuki Abdullah atau yang bernama lengkap Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah, adalah seorang maestro pelukis Indonesia. Beliau dikenal sebagai pelukis yang beraliran realis dan naturalis.

Beliau lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada masa Hindia Belanda. Tepat-nya, 25 Januari 1915.

Ia merupakan anak dari pasangan Abdullah Suriosubroto dan Raden Nganten Ngadisah, serta cucu dari Wahidin Sudirohusodo, yang merupakan tokoh pergerakan nasional Indonesia.

Sewaktu ia masih berusia 4 tahun, Basuki Abdullah memang kerap suka melukis. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa karya lukisannya dikala itu, diantaranya adalah lukisan Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Riwayat Pendidikan Basuki Abdullah

Dimasa pendidikan, ia pernah menempuh beberapa jenjang pendidikan. Seperti pendidikan formal di sekolah Katolik HIS (Hollandsch-Inlandsche School) dan Mulo Katolik yang ada di Solo.

Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di Academie Voor Beeldende Kunsten, yakni sebuah Akademi Seni Rupa yang ada di Den Haag, Belanda (1933).

Kurang lebih selama 3 tahun menempuh pendidikan di Belanda, dan lulus. ia diberikan penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Berikut adalah detail rincian pendidikannya:

  • Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Katolik.
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Katolik, Solo.
  • Academie Voor Beeldende Kunsten, Sertifikat Royal International of Art(RIA), di Den Haag, Belanda, 1933.

Karir Basuki Abdullah

Dalam perjalanan karirnya, Basuki Abdullah terkenal akan sebutan ‘pelukis potret’. Hal tersebut dilandaskan oleh beberapa karya lukisannya yang bertemakan wanita-wanita cantik, yang dimana pada saat itu Keluarga kerajaan maupun kepala negara lebih suka memperindah lukisan daripada bentuk aslinya.

Selain dikenal sebagai pelukis potret, beliau juga sering melukis fauna-flora, pemandangan alam, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya. Oleh sebab itu, tak heran jika beliau juga sering dikenal sebagai pelukis beraliran Naturalis.

Dari beberapa catatan informasi mengenai pejalanan karir beliau. Tercatat, bahwa ia telah banyak melakukan pameran tunggal, baik itu didalam, mau pun luar negeri. Buktinya adalah, terdapat 22 negara yang telah mengoleksi lukisan fenomenal hasil karyanya.

Beberapa negara yang pernah ia jadikan tempat untuk mengadakan pameran tunggal antara lain adalah di Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan beberapa negara lainnya.

Sepanjang perjalanan karirnya, ia memang sudah lama tinggal di luar negeri. Minsalnya saja, seperti menetap di Thailand selama beberapa tahun. Hingga pad akhirnya ia diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka, saat mulai menetap di Jakarta sejak tahun 1974.

Kehidupan Basuki Abdullah

Pada masa pemerintahan jepang, tepatnya pada tanggal 19 Maret 1943. Beliau bergabung dalam sebuah organisasi yang bernama Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat.

Dalam organisasi tersebut, ia diberi mandat sebagai pengajar / guru seni lukis. Disitu, ia berhasil mencetak beberapa murid berprestasi yang kini telah menjadi seniman besar. Diantaranya adalah:

  • Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia).
  • Zaini (pelukis impresionisme).

Selain itu, beliau juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Pada tanggal 6 September 1948, ada sebuah sayembara melukis yang bertepatan dengan penobatan Ratu Yuliana di Amsterdam, Belanda. Saat itu, Basuki Abdullah tidak mau ketinggalan sebagai peserta.

Dalam sayembara tersebut, ia berhasil mengalahkan 87 orang pelukis Eropa, serta dinobatkan sebagai pemenang. Sejak saat itu, namanya kian naik daun hingga dikenal oleh seluruh dunia.

Sewaktu masih di Belanda, ia kerap berkeliling dunia untuk memperdalam ilmu seni lukisnya. Serta, bertemu dengan beberapa pelukis kenamaan Eropa lainnya dari Italia dan juga Prancis.

Aliran Basuki Abdullah

Aliran lukisan dari Basuki Abdullah, memang lebih condong ke Naturalisme. Namun, dari beberapa lukisan yang ia buat. Ada juga unsur Realisme, seperti lukisan yang berjudul “Kakak dan Adik“.

Selain itu, juga terlihat adanya aliran Romantisme, dongeng atau mitos, dan lain sebagainya. Yang jelas, beliau bisa dibilang sebagai penganut gaya seni kontemporer pada masanya.

Lukisan Karya Basuki Abdullah

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa Basuki Abdullah memiliki banyak sekali karya seni lukisannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertempuran Gatotkaca dan Antasena
Wajah Model oleh Basuki Abdullah

Wafatnya Basuki Abdullah

Dari beberapa sumber reffrensi yang kami dapat, Basuki Abdullah wafat dalam keadaan yang kurang mengenakan. Sebab, beliau meninggal karena di bunuh oleh tukang kebunnya sendiri.

Menurut cerita masyarakat setempat:

Waktu itu, pada suatu malam, ketika ia sedang memanjatkan do’a di kamar pribadinya. Tiba-tiba ada ada seorang pencuri / tukang kebun yang masuk ke rumahnya, yang hendak mencuri sebuah jam tangan.

Selang beberapa waktu, ia tekena pukulan berat oleh senjatanya sendiri yang dilakukan oleh si pencuri tersebut. Hingga akhirnya ia tewas dengan status korban pembunuhan, pada tanggal 5 November 1993 di Jakarta.

Namun, sebelum ia wafat. Ternyata, Basuki Abdullah telah menyiapkan surat wasiat yang berisi, bahwa, rumah beserta sebagian besar koleksi lukisannya diserahkan kepada negara.

13 tahun setelah ia wafat, tepatnya pada tahun 2001. Rumah kediamannya tersebut dijadikan Museum Basoeki Abdullah oleh pemerintah, tanpa mengubah alias mempertahankan bentuk asli dari rumah itu semanjak di tinggalkan oleh beliau.

Baca Juga: Biografi Agus Djaya

Demikianlah, biografi Basuki Abdullah yang dapat saya bagikan kali ini. Semoga ulasan kali ini, dapat bermanfaat serta menambah wawasan buat kalian semua yah. Sekian dan terima kasih! (Reff)

Wandi Setiawan Seorang yang suka membaca, menulis dan menggambar serta memiliki hobi bermain bola. Tim favorit Liverpol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *