Eci Desi Cewek Tomboy, suka main, hobi Traveling dan Baca Novel. Saat ini menjadi penulis tetap di Scholtrek.com.

Pakaian Adat Sunda

2 min read

Pakaian Adat Sunda

Pakaian Adat Sunda – Sunda adalah suku terbesar di Provinsi Jawa Barat, atau bisa dibilang suku mayoritasnya di daerah tersebut. Dalam kehidupannya, masyarakat Sunda masih berpegang teguh dengan aturan-aturan adat yang ada.

Minsalnya, seperti aturan dalam mengenakan pakaian adat Sunda…

Aturan tersebut, merupakan salah satu kebudayaan dan sudah menjadi ciri khasnya bagi suku Sunda. Sampai sekarang, aturan dalam berpakaian tersebut masih tetap berlaku. Meskipun, yang bersangkutan sudah tidak lgi tinggal di Jawa Barat.

Hal tersebut dikarenakan, aturan yang ada pada strata sosial masyarakat, yaitu jelata, menengah, dan bangsawan.

Selain itu, dalam acara penikahan dan resmi. Ada pula pakaian adat khusus yang harus Anda kenakan. Nah, untuk mengetahui pakaian adat Sunda secara lengkap. Silahkan Anda simak postingan ini sampai tuntas. Berikut ulasanya. Check this out!

Pakaian Adat Sunda Rakyat Biasa

Bagi rakyat jelata atau biasa, pakaian adatnya sangatlah sederhana. Hal ini menggambarkan status sosialnya. Adapun pakaian adatnya adalah sebagai berikut:

Baju Pangsi

Sesuai dengan namanya, baju pangsi adalah pakaian adat bagi rakyat jelata. Tampilan dari pakaian ini sangatlah kusam, usang dan sederhana. Biasanya, baju pangsi ini sering digunakan oleh mereka yang berprofesi sebagai petani.

Kebaya Sunda

Berbeda dengan laki-laki, pakaian adat untuk perempuan adalah baju kebaya. Adapun contohnya adalah seperti Nyi Iteng dalam serial Kabayan. Kira-kira seperti itu bentuk dari pakaian adat perempuan suku Sunda.

Pakaian Adat Kaum Menengah

Pakaian adat Sunda bagi kaum menengah, jauh berbeda dengan rakyat jelata. Hal ini dapat dilihat dari pakaiannya, yang tampak lebih berkelas & terkesan mewah.

Untuk laki-laki, pakaian adatnya terdiri dari baju bedahan putih dengan kancing lurus di tengah, bawahan kain batik, terompah, beubeur, dan ikat kepala. Adapun aksesoris pelengkap adalah arloji emas berantai yang digantungkan di saku baju.

Sedangkan untuk perempuan, pakaian adatnya terdiri dari baju kebaya, bawahan kain batik, beubeur, selendang, dan selop atau kelom geulis. Khusus bagi perempuan, tidak ada aturan khusus dalam warna pakaian. Semua warna bebas untuk digunakan.

Untuk aksesoris pelengkapnya, biasanya terdiri dari kalung, gelang, anting, dan cincin yang terbuat dari emas maupun perak.

Pakaian Adat Kaum Bangsawan

Pakaian adat sunda bagi bangsawan, jelaz berbeda dengan pakaian adat rakyat biasa dan kaum menengah. Sebab, pakaian ini hanya digunakan untuk kalangan bangsawan atau orang-orang terpandang, seperti pejabat minsalnya.

Bagi laki-laki, pakaian adatnya terdiri dari jas tutup hitam beludru bersulam emas di pinggiran dan ujung lengan beserta celana panjang yang memiliki motif sama.

Selain itu, terdapat pula kain dodot yang dililitkan di pinggang sampai sebatas lutut dengan motif rengreng parang rusak. Adapun aksesoris lain nya, adalah benten (sabuk emas), bendo (penutup kepala), dan selop hitam sebagai alas kaki.

Untuk perempuan, mereka menggunakan kebaya warna hitam yang terbuat dari kain beludru serta dihiasi dengan sulaman emas. Bawahannya menggunakan kain batik bermotif rengreng beserta alas kaki yang terbuat dari bahan beludru yang dihiasi dengan sulaman manik-manik.

Sebagai pelengkap, terdapat beberapa aksesoris yang menghiasi. Seperti tusuk konde, kalung, gelang keroncong, anting, cincin, bros, & peniti rantai yang terbuat dari emas.

Pakaian Adat Sunda untuk Acara Resmi

Pakaian adat untuk acara resmi adalah pakaian yang biasa digunakan oleh tokoh-tokoh publik untuk menghadiri suatu acara umum. Seperti acara lembaga pemerintahan, upacara, pernikahan, dan lain sebagainya.

Biasanya, pakain adat untuk acara resmi tersebut terdiri dari baju dan celana panjang dengan warna hitam atau putih. Serta dilengkapi dengan kain samping di pinggang, bendo sebagai penutup kepala, dan selop.

Untuk perempuan, biasanya menggunakan baju kebaya polos yang dihiasi dengan sulaman dan kain bebat sebagai bawahan. Adapun aksesoris pelengkapnya adalah beubeur, kamisol sebagai pakaian dalam, karembong atau selendang, dan selop yang berwarna senada dengan kebaya.

Sementara, untuk perhiasannya. Biasanya menggunakan emas bertahtakan berlian. Tergantung dari pemakai pakaian tersebut.

Pakaian Adat Pengantin Sunda

Untuk pakaian adat pengantin atau pernikahan, secara umum terdapat 3 jenis pakaian. Yakni:

  • Tata busana pengantin putri,
  • Tata busana pengantin singer,
  • Dan tata busa pengantin sukapura.

Ketiga jenis pakaian tersebut, secara umum sama saja. Yang membedakannya adalah detail pakaian dan dandanan yang dikenakannya. Minsalnya seperti bentuk konde, detail hiasan pada pakaian, serta aksesoris yang terpasang.

Pakaian Adat Sunda untuk Anak-Anak

Tak jauh berbeda dengan pakaian adat sunda diatas, pakaian adat sunda untuk anak-anak juga hampir sama. Bahkan, bisa dibilang 100% mirip. Hanya saja, ukurannya yang berbeda. Menyesuaikan dengan ukuran tubuh dari anak-anak.

Berikut ini adalah contoh baju adat Sunda untuk Anak-Anak:

Nah, itulah dia pakaian adat sunda Jawa Barat yang dapat saya bagikan kali ini. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat, dan menambah rasa CINTA kita terhadap budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia ini. Sekian dan Terima kasih.

Eci Desi Cewek Tomboy, suka main, hobi Traveling dan Baca Novel. Saat ini menjadi penulis tetap di Scholtrek.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *