Jumaldi Kurnia Rizki Seorang yang memiliki banyak kekurangan, namun berusaha mengubah itu semua menjadi secuil kelebihan. Bismillah...

Seni Lukis

5 min read

Seni Lukis

Seni Lukis – Hampir seluruh orang di dunia ini, menyukai yang namanya lukisan. Bahkan, ada yang rela merogoh kocek jutaan hingga milyaran rupiah hanya untuk membeli sebuah karya lukisan tersebut.

Dan biasanya, lukisan-lukisan yang dibeli tersebut mereka jadikan sebagai koleksi ataupun hiasan rumah.

Lukisan merupakan sebuah hasil dari karya seni yang berupa tampilan atau gambar yang memiliki nilai estetika. Adapun bidang yang mendalami lukisan tersebut adalah seni lukis.

Seni lukis sendiri, pada umumnya merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang memiliki definisi yang kurang lebih sama. Hanya saja, seni lukis dikhususkan pada pengembangan dalam bidang menggambar.

Pengertian Seni Lukis

Dikutip dari laman Wikipedia, Pengertian Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Selain pengertian diatas, ada juga beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli. Diantaranya:

Sebuah karya lukis ialah sebuah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman batiniahnya. Pengalaman batin disajikan secara indah serta menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin manusia saat menghayati karya tersebut.

Soedarso SP

Karya seni lukis merupakan kegiatan rohani yang direfleksikan pada jasmani dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan jiwa.

Herbert Read

Seni lukis merupakan kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, sebab dalam melakukan kegiatan ini, seseorang dilatih jeli, cermat, serta teliti saat mengamati berbagai kejadian alam serta kehidupan.

Soni Ade dan Imam R

Seni lukis adalah sesuatu yang selain baik tapi juga menyenangkan.

Aristoteles

Seni lukis merupakan kegiatan rohani yang di dalamnya merefleksikan pada jasmani, serta memiliki daya yang dapat membangkitkan perasaan atau jiwa.

Myers

Seni lukis adalah cabang ataupun bagian dari seni rupa yang mana wujud lukis tersebut adalah dwi matra atau dua dimensi, meski memiliki dasar pengertian serupa dengan seni rupa, tetapi lukis memiliki arti yang lebih dalam karena lukis merupakan sebuah pengembangan lebih utuh ketimbang sekedar menggambar.

Galleria Fasya Art Studio

Sejarah Seni Lukis

Seni lukis, sejatinya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan karya seni lukis oleh nenek moyang kita.

Adapun lukisan-lukisan tersebut, terdapat pada dinding-dinding tua yang menceritrakan tentang bagian penting dari kehidupan. Gambar atau lukisan tersebut, umumnya dibuat dengan menggunakan kapur, arang, dll.

Pada zaman pertengahan abad, seni lukis dianggap sebagai sihir karena dapat menjauhkan manusia dengan tuhan. Hal ini, dikarenakan seni lukis tidak sejalan dengan realitas. Alhasil, seni lukis tidak dapat berkembang.

Namun, pada zaman Renaissance. Seni lukis mulai berkembang dan tidak lagi dianggap sebagai sihir. Melainkan alat untuk merebut kekuasaan yang telah dirampas oleh Turki.

Di Indonesia sendiri, seni lukis mulai dikenal sejak masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Saat itu, aliran seni lukis yang masuk adalah romantisme yang merupakan kecenderungan seni rupa dari Eropa Barat.

Unsur-Unsur Seni Lukis

Dalam seni lukis, terdapat beberapa unsur didalamnya. Seperti unsur visual dan non-visual. Nah, dibawah ini adalah penjelasan mengenai unsur-unsur tersebut:

Visual

Unsur visual adalah line atau garis, yang merupakan elemen dasar dari sebuah karya lukis. Garis tersebut, biasanya dibentuk dari dua titik berjauhan serta diisikan gambar maupun diberi gambar di antara kedua titik itu.

Adapun fungsi dari garis tersebut, ialah sebagai pembatas beberapa jenis ataupun bentuk gambar.

Dalam implementasinya, garis atau line tersebut dibagi menjadi dua kategori. Yakni, buatan dan juga alamiah. Contohnya seperti garis alamiah, yang realita objeknya adalah seperti pantai, gunung, langit, atau laut. Sedangkan garis buatan, ialah seperti kontur wajah, bentuk bujur sangkar sebuah rumah, dan sebagainya.

Non-Visual

Unsur non-visual adalah unsur pengembangan dari seorang pelukis. Dan unsur ini terdiri dari dua jenis, yaitu pandangan hidup serta pengalaman, dan Imajinasi.

Pandangan hidup merupakan lukisan yang dibuat dari sudut pandang pelukis atau dari pengalamannya. Sedangkan, Imajinasi adalah khayalan atau gambaran yang dibuat oleh pikiran. Baik itu sudah pernah dilihat ataupun yang belum pernah dilihat oleh si pelukis.

Fungsi Seni Lukis

Ada tiga macam fungsi dari seni lukis. Diantaranya adalah fisik, primier, dan sekunder. Berikut penjelasannya:

Fisik

Merupakan fungsi untuk mendapatkan nilai-nilai estetika dari lukisan tersebut. Minsalnya, menjadikan lukisan tersebut sebagai penghias ruangan. Yang pastinya, akan menambah nilai-nilai estetika tempat atau ruangan yang ditempatinya.

Premier

Merupakan fungsi untuk membuat suatu ketertarikan kepada lukisan yang diciptakan. Minsalnya, seperti mampu mengungkapkan isi perasaan pribadi pelukis sehingga apa yang dilukisnya lebih memuaskan. Dan dapat menenangkan hati para pengunjung.

Sekunder

Merupakan fungsi untuk bisnis, yakni dengan cara menjual karya lukisan Anda tersebut kepada orang lain yang membutuhkan lukisan tertentu sebagai hiasan rumah, kator, dan sebagainya. Selain itu, lukisan juga dapat menjadi sarana komunikasi bila tidak ada obyek yang nampak.

Tujuan Seni Lukis

Pada dasarnya, seni lukis memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan-tujuan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Religius, yakni sebagai bentuk pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan.
  • Simbolis, yakni menjadikan lukisan tersebut menjadi simbol tertentu seperti simbol kekuatan, simbol kepahlawanan, dan sebagainya.
  • Estetis, yaKni menekankan pada segi keindahan dan nilai estetika dalam membuat sebuah lukisan untuk dijadikan pajangan atau dekorasi.
  • Komersial, yakni mengutamakan selera pembeli untuk mendapat keuntungan komersial.
  • Ekspresi, yakni untuk menunjukkan ekspresi atau emosi dalam diri pelukis.
  • Kritik Sosial, yakni untuk menunjukkan kritik atau ketidakpuasan terhadap pemerintah maupun penguasa setempat.

Alat dan Bahan Seni Lukis

Saat melukis, sudah pasti kita membutuhkan alat dan bahan-bahannya. Seperti kuas, palet, easel atau penjepit kanvas, pisau palet, serta pembersih kuas. Selain itu, kita juga membutuhkan cat atau tinta.

Berikut ini adalah beberapa jenis cat atau tinta yang kerap dipakai untuk melukis, diantaranya:

  • Cat air
  • Cat akrilik
  • Cat poster
  • Tinta bak
  • Cat minyak.

Teknik Seni Lukis

Berbicara soal teknik seni lukis, tentu ada banyak sekali teknik nya. Bahkan, setiap pelukis memiliki teknik masing-masing. Berikut ini adalah beberapa teknik seni lukis yang dapat Anda gunakan:

Aquarelle

Teknik seni lukis yang pertama adalah Aquarelle, teknik yang menggunakan bahan dasar berupa cat air. Dalam implementasinya, teknik ini menggunakan sapuan warna secara halus dan tipis. Sehingga lukisan yang dihasilkan pun akan lebih bernuansa ringan dan transparan.

Adapun tips-tips saat mengaplikasikan teknik aquarelle, adalah:

  • Menggunakan cat air berkualitas tinggi dan kertas aquarelle.
  • Memilih kuas yang sesuai dengan teknik ini.

Plakat

Berbeda dengan teknik yang pertama, teknik plakat lebih colorful dibanding aquarelle. Anda bisa menggunakan berbagai jenis cat ketika sedang menggunakan teknik ini, seperti cat air, cat minyak, atau pun cat akrilik.

Spray

Teknik spray adalah teknik dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Teknik ini sering digunakan oleh pelukis ketika sedang melukis tembok jalanan, dinding gedung, dan lain sebagainya. Adapun tujuan dari menyemprot tersebut, ialah untuk menghasilkan lukisan yang halus dan tampak lebih nyata.

Pointilis

Pointilis merupakan teknik lukis yang membutuhkan tingkat kesabaran yang cukup tinggi. Sebab, pada prakteknya. Teknik ini menggunakan unsur titik-titik pada sebuah lukisan yang akan dibuat.

Namun, meskipun harus sabar dalam membuatnya. Nyatanya, hasil dari teknik pointilis ini cukup menarik dan indah. Bahkan, banyak lukisan dengan teknik ini yang dijual dengan harga fantastis.

Tempera

Teknik lukis yang terakhir adalah tempera. Tempera merupakan teknik lukis yang menggunakan kayu sebagai kanvasnya. Umumnya, teknik ini menggunakan kuning telur sebagai bahan untuk merekatkan warna pada lukisan.

Sejatinya, teknik ini sudah ada sejak dahulu kala dan pernah famor atau eksis pada tahun 1200 sampai 1500-an di tanah Eropa. Teknik ini, pertama kali diperkenalkan oleh dua orang seniman asal Italia, yakni Simone Martini dan Duccio.

Macam-Macam Aliran Seni Lukis

Ada beragam karakteristek pada seni lukis, dan bermacam-macam pula jenis alirannya. Nah, berikut ini adalah 10 aliran jenis seni lukis yang bisa Anda pelajari dan pahami:

1. Klasisme

Klasisme adalah jenis aliran yang memiliki corak khas dari Yunani dan Romawi, dengan tampilan gambar yang realitis. Aliran ini lebih mengedepankan unsur realitis dari objek yang di lukis. Sehingga, lukisan tersebut tampak lebih nyata.

2. Romantisme

Romatisme adalah jenis aliran yang bernuansa keindahan serta ketenangan. Ciri-ciri dari aliran ini ialah terdapat nilai-nilai dari sebuah peristiwa yang menarik, istimewa, dan indah. Seperti kejadian-kejadian yang menyenangkan, hubungan percintaan, dan lukisan-lukisan manusia berparas anggun.

3. Realisme

Realisme adalah jenis aliran nyata atau real. Maksudnya, lukisan yang dibuat dengan menggunakan aliran ini merupakan lukisan nyata yang di ambil dari suatu peristiwa atau kejadian real.

4. Naturalisme

Naturalisme adalah jenis aliran yang lebih menonjol pada objek malam. Biasanya, lukisan yang dibuat dengan aliran ini dihubungkan dengan keadaan alam yang lebih dominan. Seperti keadaan gelap gulita, minsalnya.

5. Ekspresionisme

Ekspresionisme adalah jenis aliran yang menggunakan ekspresi sebagai tema untuk membuat sebuah karya lukis. Seni ini memanfaatkan ekspresi dan isi hati sebagai ide untuk membuat lukisan.

6. Surealisme

Surealisme adalah jenis aliran yang menggunakan objek-objek natural, kemudian diubah menjadi objek yang ada dalam sebuah mimpi. Sehingga, akan menghasilkan karya yang luar biasa.

7. Abstrak

Abstrak adalah jenis aliran lukisan yang berbentuk penyampaian akan suatu makna, namun secara tidak langsung. Dan biasanya, lukisan tersebut dibuat samar. Sehingga, membuat pengunjung berpikir apa maksud dari lukisan itu.

8. Gotik

Gotik merupakan aliran seni lukis yang mengusung objek-objek seperti tokoh suci, raja, ratu, tempat ibadah, istana, atau objek-objek lainnya yang berhubungan dengan dinasti.

9. Futurisme

Futurisme adalah jenis aliran yang cenderung lebih menekankan pada gerak yang indah dan memperlihatkan objek lukisan yang digambar seakan-akan bergerak. Adapun unsur dari jenis aliran ini adalah kedinamisan, ekspresi kecepatan, dan ekspresi kesamaan waktu yang kuat.

10. Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah jenis aliran yang menggambarkan objek berupa sebuah gedung atau konstruksi bangunan. Adapun, objek yang di gambar tersebut dapat berupa bangunan model klasik, modern, atau bangunan yang lainnya.

Contoh Seni Lukis

Tak lengkap rasanya, jika ulasan ini tanpa adanya contoh. Nah, untuk itulah. Berikut saya lampirkan beberapa contoh gambar seni lukis khusus untuk Anda semua:

Contoh Seni Lukis Realisme
Contoh Seni Lukis Surealisme
Contoh Seni Lukis Romantisme
Contoh Seni Lukis Naturalistik
Contoh Seni Lukis Impresionisme

Demikianlah penjelasan lengkap tentang Seni Lukis yang dapat saya bagikan kali ini. Semoga ulasan diatas dapat menambah pengetahuan Anda dalam dunia Seni, khususnya di bidang lukisan. Sekian, dan Terima kasih.

Jumaldi Kurnia Rizki Seorang yang memiliki banyak kekurangan, namun berusaha mengubah itu semua menjadi secuil kelebihan. Bismillah...

Cerpen Bahasa Jawa

Eci Desi
5 min read

Cerita Rakyat Bahasa Jawa

Eci Desi
1 min read

Geguritan Bahasa Jawa

Eci Desi
9 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *