Tari Kreasi Baru

2 min read

Tari Kreasi Baru

Tari Kreasi Baru – Sebagai negara yang memiliki banyak suku dan tradisi, Indonesia tentu sangat terkenal akan kebudayaannya. Salah satunya adalah tari.

Yup, tari merupakan salah satu jenis kesenian yang ada di Indonesia. Dari dulu hingga sekarang, kesenian tari ini tetap eksis di tanah air. Meskipun, di landa oleh perkembangan zaman yang begitu pesat.

Saat ini, beberapa jenis tarian tradisional / daerah sudah mengalami perubahan, yang mana menjadi suatu inovasi tersendiri bagi para pelaku seni, khususnya para penari. Hal ini, membuat Indonesia semakin kaya akan nilai budayanya.

Nah, dibawah ini saya akan menjelaskan tentang tari kreasi baru yang ada di Indonesia. So, buat Anda yang belum tahu. Simak ulasan berikut.

Pengertian Tari Kreasi Baru

Apa itu tari kreasi baru?

Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan agar mengikuti perubahan zaman. Umumnya, tarian tersebut merupakan tarian dasar klasik dari suatu daerah yang diperbaharui supaya lebih modern.

Selain itu, tari kreasi baru juga disebut sebagai suatu bidang seni. Yang mana, didalamnya terdapat kebebasan dalam menciptakan sebuah tarian baru. Namun dalam prakteknya, koreografer tetap mengedepankan unsur budaya dari daerah asal tarian yang dikembangkan tersebut.

Kadang, para koreografer juga mengkombinasikan gerakan tari kreasi dengan gerakan dari tarian lain. Sehingga, menjadi suatu tarian yang baru.

Adapun bentuk dari tarian kreasi baru itu sendiri, muncul pada pertengahan abad ke-19 yang dibawa oleh sekumpulan koreografer-koreografer muda.

Saat itu, tujuan mereka adalah untuk menghidupkan dan melestarikan tarian tradisional di Indonesia, pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Definisi Tari Kreasi Baru Menurut Para Ahli

Tari kreasi baru merupakan karya yang dihasilkan atas kreativitas indvidual atau kelompok, sebagai karya yang ditata dengan sentuhan atau cita rasa baru.

~ Endang Caturwati

Bentuk Tarian Kreasi baru yang datang dari wujud-wujud tarian yang hadir kisaran tahun 1950-an keatas, yaitu hasil dari garapan tari yang hidup relatif masih muda, lahir setelah tari tradisi berkembang, serta terlihat berbagai macam bentuk perubahan.

~ Arthur S Nalan

Jenis-jenis Tari Kreasi Baru

Pada dasarnya, tari kreasi itu sendiri memiliki dua jenis atau golongan. Yakni, ada yang berpolakan tradisi dan ada juga yang tidak berpolakan tradisi (non). Nah, berikut ini saya paparkan penjelasannya.

Tari Kreasi berpolakan Tradisi

Dalam jenis tari kreasi ini, orang / penari maupun koreografer tidak dibolehkan menghapus atau menghilangkan unsur seni, makna, dan pesan yang tersirat dari tarian tersebut saat mengembangkannya. Alias, semuanya masih berada dalam patokan kaidah-kaidah tradisi asli.

Meskipun begitu, tetap saja ada yang berubah. Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan esensi ketradisiannya. Minsalnya saja seperti koreografi, tata busana dan riasnya, maupun tata teknik pentasnya, yang mana masih berada dalam batas dan garis tradisi asli saat tarian tersebut tercipta.

Tari Kreasi Baru Tidak berpolakan Tradisi

Untuk jenis yang ini, merupakan kebalikan dari golongan yang pertama. Yang mana, didalam kreasi ini terdapat unsur seni, koreografi, musik dan sebagainya memiliki nilai tradisi yang ada menjadi terlepas.

Golongan kreasi non tradisi ini, biasanya disebut sebagai Tari Kreasi Morern. Namun, pada pementasannya. Jenis kreasi ini harus benar-benar dipastikan agar perkembangannya bisa diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat.

Perbedaan Tari Modern dan Tradisional

Meskipun sama-sama termasuk dalam kesenian tari, namun ada beberapa perbedaan yang menonjol diantara tarian kreasi dan tradisional. Perbedaannya adalah:

1. Kostum

Perbedaan yang pertama dapat kita lihat dari kostumnya. Jika pada umumnya, tarian tradisional daerah menggunakan kostum wajib pakai. Maka, berbeda dengan taria kreasi yang mengedepankan unsur bebas.

2. Musik

Dari segi musik, perbedaan kedua tarian tersebut juga cukup menonjol. Terutama pada alat musik pengiringnya.

Tarian tradisional tetap mempertahankan budaya lama yang memang sangat relevan dengan pemaknaan suatu tari yang di bawakan. Sedangkan tari modern lebih kepadaa seringnya bereksperimen dan berkembang.

3. Gerak

Perbedaan selanjutnya, terletak pada gerakan tariannya. Dalam tari tradisional, setiap gerakanya menggambarkan / mengandung sebuah cerita tentang suatu hal. Sedangkan pada tari modern, hal tersebut tidak berlaku sama sekali.

4. Makna

Perbedaan yang terakhir adalah makna. Tari tradisional sejatinya diangkat dari suatu peristiwa di masa lalu, kemudian diselipi pesan moral didalamnya. Berbeda dengan tari modern, yang semata hanya sebatas hiburan saja.

Contoh Tari Kreasi Baru

Sampai saat ini, telah ada banyak sekali para koreografer-koreografer yang telah melakukan pegembangan pada tarian tradisional. Adapun beberapa contoh tari kreasi baru yang bisa Anda saksikan saat ini ialah:

  • Tari Padendang
  • Tari Bosara
  • Tari Merak
  • Tari Panji Semirang
  • Tari Kupu-kupu
  • Tari Lebonna
  • Tari Tenun
  • Tari Angsa
  • Tari Oleg Tambulilinga
  • Tari Nguri
  • Tari Kuntulan
  • Tari Rara Ngigel,
  • dll…

Selain beberapa contoh tari diatas, sebenernya masih banyak lagi contoh tari kreasi baru yang lainnya. Untuk lebih lengkapnya, bisa Anda cek di Google.

Baca Juga: Tari Piring Sumatera Barat

Demikianlah yang dapat saya bagikan kali ini mengenai tari kreasi baru. Dan semoga ulasan ini bermanfaat serta dapat menambah wawasan kalian semua yah. Sekian, terima kasih. (Reff)

Tari Piring Sumatera Barat

Scholtrek
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *