Jumaldi Kurnia Rizki Seorang yang memiliki banyak kekurangan, namun berusaha mengubah itu semua menjadi secuil kelebihan. Bismillah...

Teks Cerita Rakyat

4 min read

Teks Cerita Rakyat

Teks Cerita Rakyat – Kalian pasti pernah bukan, mendengar cerita rakyat? Entah itu dari orang Tua, buku cerita, maupun dari media lainnya. Yang jelas, cerita rakyat sudah menjadi cerita umum bagii masyarakat kita.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang teks cerita rakyat secara lengkap. Mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, jenis, unsur dan contoh. Berikut ulasannya, check this out!

Pengertian Teks Cerita Rakyat

Teks cerita rakyat adalah cerita yang terjadi dimasa lampau, yang terus diceritakan dari masa ke masa hingga sekarang. Sederhananya, cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari suatu masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.

Umumnya, cerita rakyat adalah suatu bagian dari sebuah dongeng. Namun, berkembang dengan cara lisan dan secara turun-temurun.

Oleh karena itulah, banyak orang yang beranggapan dan menyebut bahwa cerita rakyat adalah suatu bentuk dari sastra lisan. Akan tetapi, pembuat dari cerita rakyat tersebut tidak diketahui identitas dari pengarangnya alias Anonim (rahasia).

Ciri-Ciri Cerita Rakyat

Untuk membedakan antara cerita rakyat dan cerita lainnya, bisa Anda ketahui dari ciri-ciri berikut:

  • Cerita rakyat disampaikan secara lisan,
  • Disampaikan secara turun-temurun,
  • Tidak diketahiu siapa pertama kali membuatnya,
  • Kaya nilai-nilai luhur,
  • Bersifat tradisional,
  • Memiliki banyak versi dan variasi,
  • Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya.

Fungsi Cerita Rakyat

Ada tiga (3) fungsi dari teks cerita rakyat ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai sarana pendidikan, yaitu memberikan atau menyampaikan amanat atau pesan yang bisa bermanfaat bagi kepribadian dan watak dari para pendengarnya.
  2. Sebagai sarana hiburan, yaitu mendengarkan cerita rakyat sepeti dongeng, mite atau legenda, yang sekan-akan kita diajak berkelana ke alam lain yang tidak kita jumpai dalam pengalaman hidup sehari-hari.
  3. Sebagai sarana penggalang, yaitu rasa kesetiakawanan yang sangat erat di dalam warga masyarakat yang mempunyi cerita rakyat tersebt.

Jenis-Jenis Cerita Rakyat

Secara umum, terdapat 8 (delapan) jenis dari cerita rakyat. Seperti (Sage, Pararel, Parabel, dan Terbingkai). Namun, yang paling sering kita temukan dan dengar cuma ada 4. Diantaranya adalah:

1. Fabel

Merupakan cerita rakyat yang tokoh dalam cerita tersebut berupa binatang, dan binatang tersebut bisa berperilaku seperti manusia. Contoh nya saja adalah Si Kancil yang Cerdik.

2. Mite

Merupakan cerita yang memuat mengenai dewa-dewi atau bisa juga jenis cerita rakyat yang bersifat sakral dan penuh mistis. Contoh dari jenis cerita rakyat yang satu ini adalah Kisah Nyi Roro Kidul.

3. Jenaka

Merupakan cerita rakyat yang menceritakan tentang sesuatu yang lucu. Contohnya saja adalah Pak Belalang dan Cerita Si Kabayan.

4. Legenda

Merupakan cerita rakyat yang memuat mengenai asal-usul terjadinya suatu tempat atau bisa juga disebut dengan asal muasal terbentuknya tempat. Contoh dar jenis cerita rakyat yang satu ini adalah Tangkuban Perahu.

Unsur-Unsur Cerita Rakyat

Setiap karya sastra, pasti ada unsur-unsur pembangunan dan unsur sastra di dalamnya. Nah, begitu pula pada cerita rakyat. Adapun unsur sastra dalam cerita rakyat adalah sebagai berikut:

Unsur Instrinsik

Unsur instrinsik adalah unsur yang bisa membangun cerita dari dalam. Adapun unsur-unsur instrinsik tersebut adalah:

1. Tema

Merupakan pokok pikiran, yang digunakan sebagai dasar pengarang, pokok pikiran pengarang dan ide pokok permasalahan.

2. Alur

Merupakan jalan cerita, rangkaian dari suatu peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar hubungan sebab & akibat. Pada umumnya alur ada tiga macam, yaitu:

  • Alur mundur,
  • Alur maju,
  • Alur gabungan.

3. Latar

Merupakan keterangan dari suatu tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa tersebut. Latar ada 3 macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Latar tempat,
  • Latar waktu,
  • Latar suasana.

4. Tokoh dan Penokohan

Merupakan suatu lukisan watak dari tokoh atau pemeran yang di gambarkan oleh pengarang. Tokoh bisa ditunjukan pada orang / pelaku cerita. Sedangkan penokohan adalah sikap kualitas dari pribadi sang tokoh.

Adapun fungsi dari tokoh, dibedakan menjadi dua kelompok. Yaitu:

  • Protagonis,
  • Antagonis.

5. Sudut Pandang

Merupakan kedudukan dari pengarang dalam sebuah cerita, atau cara pandang dari seorang pengarang. Setiap pengarang pasti memiliki sudut pandang penceritaan yang berbeda-beda.

Ada yang menggunakan sudut pandang penceritaan orang pertama (aku atau saya), ada yang menggunakan sudut pandang penceritaan orang kedua (kamu atau kau), dan ada juga yang menggunakan sudut pandang orang ketiga (ia, dia atau nama orang).

6. Amanat

Merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh seorang pengarang kepada pendengar. Pesan yang disampaikan pun beragam, bisa nasehat, ajakan dan lain sebagainya.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada diluarcerita atau sastra tetapi turut menentukan bentuk dan isi dari suatu karya atau cerita tersebut. Adapun unsur ekstrinsik ini adalah sebagai berikut:

  • politik,
  • Agama,
  • Aliran,
  • Moral,
  • Sejarah,
  • Psikologi,
  • Sosial bidaya,
  • Dan lain sebagainya.

Contoh Teks Cerita Rakyat

Batu Menangis

Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.

Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya juga manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan.

Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikan nya. Sementara ibunya berjalan di belakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil.

Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu?

“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?”

“Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”

Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu.. ibu.. ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini.

Bu… Ibu… ampunilah anakmu..”

Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis.

Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi.

Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga: Kumpulan Cerita Rakyat Bahasa Jawa

Demikianlah yang dapat saya bagikan kali ini tentang Teks Cerita Rakyat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu dan pengetahuan untuk kita semua. Sekian dan Terima kasih.

Jumaldi Kurnia Rizki Seorang yang memiliki banyak kekurangan, namun berusaha mengubah itu semua menjadi secuil kelebihan. Bismillah...

Cerpen Bahasa Jawa

Eci Desi
5 min read

Seni Lukis

Jumaldi Kurnia Rizki
5 min read

Cerita Rakyat Bahasa Jawa

Eci Desi
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *