Eci Desi Cewek Tomboy, suka main, hobi Traveling dan Baca Novel. Saat ini menjadi penulis tetap di Scholtrek.com.

Tinjauan Pustaka

6 min read

Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka – Tinjauan pustaka merupakan salah satu bagian penting yang tidak boleh dihilangkan dalam susunan karya tulis, baik pada makalah, skripsi, laporan, karya ilmiah, penelitian, bahkan sekelas jurnal internasional pun selalu mempergunakan tinjauan pustaka ini.

Nah oleh sebab itulah, sebagai akademisi kita harus tahu dan bisa untuk membuat tinjauan pustaka ini dengan baik dan juga benar.

Dibawah ini, akan saya jelaskan tentang tinjauan pustaka secara lengkap. Mulai dari pengertiannya, cara membuat, aturan, manfaat tinjauan pustaka, dan berbagai contoh tinjauan pustaka. So, silahkan Anda simaak konten ini sampai selesai.

Pengertian Tinjauan Pustaka

Apa sih itu Tinjauan Pustaka?

Tinjauan pustaka atau yang biasa disebut sebagai studi literatur dan studi kepustakaan merupakan sebuah susunan karya tulis. Atau, bisa juga diartii kan sebagai penegasan tentang batasan-batasan karya ilmiah.

Adapun intisari pada bagian tersebut, termasuk dalam kata kunci (keyword) di bagian abstrak. Oleh karena itu, setiap penyusunan karya tulis haruslah membuat studi kepustakaan.

Menurut pendapat ahli, tinjauan pustaka ini dikemukakan oleh Gandas. Yang mana menurutnya itu, tinjauan pustaka merupakan bab yang mengemukakan sejumlah teori serta pendapat ahli terhadap penelitian yang ingin dilakukan.

Sederhananya, tinjauan pustaka ini adalah suatu aktivitas yang meliputi pencarian, lalu membaca dan menelaah berbagai laporan dari hasil sebuah penelitian tersebut.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Untuk membuat tinjauan pustaka, sebenarnya gampang gampang susah. Asalkan kita tahu dan bisa memahami inti dari pembahasan tersebut, maka dapat dipastikan Anda bisa membuatnya.

1. Membuat Outline

Tips pertama dalam membuat tinjauan pustaka adalah dengan membuat outline. Anda dapat mencari konten di bagian tertulis dari dokumen yang berisi pertanyaan umum atau opini publik tentang topik terkait.

Contohnya, ketika Anda ingin membuat karya tulis yang berisikan pengaruh nerkoba terhadap anak. Maka, seyogyanya kata “narkoba” dan “anak” adalah bagian umum yang perlu Anda tuliskan dalam tinjauan pustaka.

2. Mencari Literatur

Langkah selanjutnya adalah mencari literatur / reffrensi. Ini bisa Anda lakukan dengan mengunjungi perpustakaan, membaca jurnal internasional atau media massa seperti Google Scholar. Nah, agar apa yang dituliskan nanti dapat dipertanggung jawabkan, maka jangan lupa untuk melampirkn nama pengarang.

3. Menyusun dengan Bahasa Sendiri

Supaya terhindar dari plagiat, penting bagi kita untuk menyusun ulang atau menuliskan ulang tinjauan pustaka yang akan dibuat tersebut dengan bahasa kita sendiri. Cara mudahnya, bisa dengan memakai kutipan langsung maupun tidak langsung.

4. Melihat Umum Bagian Judul

Tips yang terakhir adalah dengan melihat pada bagian umum judul. Ini akan mempermudah Anda dalam membuat tinjauan pustaka nantinya. Sebab, pada bagian ini. Anda akan dapat mendefinisikan secra teoritis serta secara lebih luas lagi, contohnya saja seperti kata-kata “korupsi, kelapa sawit, pertanian, asam basa dan lain sebagainya.

Manfaat Tinjauan Pustaka

Ada beberapa manfaat dari tinjauan pustaka ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan variabel yang musti dipertimbangkan terhadap peneliti supaya apa yang menjadi tujuan dari studi bisa tercapai.
  • Memiliki manfaat sebagai pembatas dari sebuah penelitian yang dilakukan dengan menunjukkan variabel yang relevan dan tak relevan.
  • Ini ialah sebuah referensi terhadap para peneliti dalam interpretasi data (analisis data) yang telah ditumpuk dan kemudian di satukan dalam penelitian.
  • Memberikan alasan mengapa peneliti menyimpulkan hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian (objektif).

Contoh Tinjauan Pustaka

Dibawah ini saya lampirkan beberapa contoh tinjauan pustaka dengan berbagai tema khusus buat Anda, sebagai bahan acuan dalam menyusun atau membuat tinjauan pustaka. Berikut ini penjelasannya.

Tinjauan Pustaka Penelitian

Contoh tinjauan pustaka yang pertama ini adalah tentang penelitian, yaitu berjudul “Persionalisasi di Lembaga Pemasyarakatan”. Adapun hal-hal yang disampaikan dalam bagian studi literatur ini adalah sebagai berikut:

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA PENELITIAN

Dalam suatu penetian diperlukan dukungan hasil-hasil penetian yang telah ada sebelumnya yang berkiatan dengan penetian tersebut.

Dari penelitian Eddy Rifai (1995) telah banyak ditemukanya sistem persionalisasi di lembaga pemasyarakatan di Indonesia karena pada dasarnya sistem pemasyarakatan di Indonesia. Baru pada tahap merubah namanya dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemsyarakatan, tetapi praktek pelaksanaanya masih berada pada sistem kepenjaraan yang dikerenakan adanya berbagai keterbatasan, seperti perundang-undangan, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Sehingga upaya penuntasan persionalisasi harus segera dilakukan.

Sedangkan dari penelitian Mansila M. Moniaga (2015) dari jurnalnya yang berjudul “Sanksi Hukum Terhadap Anak di Bawah Umur Menurut Sistem Hukum Indonesia Dan Akibat Pidana Penjara” mengungkapkan sistim kenjaraan dan persionalisasi terhadap anak sering dijumpai di lembaga pemasyarakatan Indonesia sehingga pada ahirnya akan mempengaruhi pola kehidupan serta cap atau lebel masyarakat tentang anak-anak yang keluar dari penjara sebagai anak-anak yang memiliki prilaku tidak baik.

Dengan demikian maka persionalisasi yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan harus segera mungkin untuk di anatasi sebagai persiapan sentral menghadapi bonus demografi di Indonesia.

Tinjauan Pustaka Proposal Skripsi

Contoh tinjauan pustaka yang kedua adalah tentang radikalisme islam. Pada bagian ini, hanya berfokus membahas mengenai Radikalisme Islam saja yang memang tema-tema seperti ini sangat familiar di banyak kalangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI

Munculnya gerakan-gerakan keagamaan yang bersifat radikal merupakan fenomena penting yang turut melukai perkembangan agama-agama didunia, terlebih agama Islam karena beberapa dekade ini terus-terusan menjadi objek sehingga diberikan lebel sebagai agama garis keras oleh bangsa-bangsa barat terutama Amerika Serikat.

Sehingga berbagai sebutan Islam, misalnya “Islam Revivalis” atau “Islam Funamentalis” menjadi hal menegangkan karena penuh dengan hal-hal keburukan, tentu istilah tersebut akan bermakna perojatif karena memeberikan gambaran yang buruk dan menyudutkan kelompok-kelompok Islam yang sudah ada.

Sedangkan Istilah Islam radikal oleh Jamri dan Jajang Jahroni (2004) adalah suatu kelompok yang mempunyai keyakinan ideologis dan fanatik yang mereka perjuangkan untuk mengantikan tatanan nilai dan sisitem yang sedang berlangsung, dalam kegiatannya seringkali mengunakan aksi-aksi yang keras, bahkan tidak menutup kemungkinan kasar terhadap kegiatan kelompok lain yang dinilai bertentangan dengan keyakinan meraka.

Maka sangatlah wajar jikalau praktek-praktek kekerasan yang dilakukan sekelompok Islam tertentu dengan membawa simbol-simbol agama telah dimanfaatkan oleh orang-orang barat dan radikal Islam sendiri dengan memanfaatkan media massa sebagai alat utama dalam memegang tampuk wacana peradaban sekligus penanaman idiologi. Karena kemajuan dan perkembangan media komunikasi saat ini jauh melebih yang dibayangkan oleh orang pada masa lampau.

Kemajuan tersebut memang membuat sebuah pesan dapat tersebar secara massal ke seluruh penjuru dunia, dalam waktu yang hampir seketika. Dan kerananyalah komunikasi bukan hanya sebagai media penyampaian pesan, melainkan posisinya semakin menguat sebagai perangkat pembentuk opini yang ampuh.

Terutama dalam menyudutkan agama Islam sekaligus proses perekrutan radikal Islam yang dilakukan oleh kelompok-kelompok garis keras seperti ISIS dengan mengunakan isu-isu lebih tepat sebagai gejala sosial-politik ketimbang gejala keagamaan.

Tinjauan Pustaka Karya Ilmiah

Dalam penyusunan tinjauan pustaka Karya Ilmiah melibatkan tentang masalah dan solusi yang di tawarkan. Maka dalam bentuk tinjaun pustaka karya ilmiah yang bisa dipilih pada bagian ini ialah solusi serta hal-hal teoritis yang berkaitan dengan intisari kepenulisan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA KARYA ILMIAH

Secara bahasa istilah diskusi awal mulanya berasal dari kata “discuture” yang artinya sesuatu keadaan jelas dengan cara-cara dilakukan iala melalui pemecahan atapun menguraikan (to clear away by breaking up or cuturing). Menurut Busyiruddin Uswan (2002), pengertian diskusi adalah proses yang mampu melibatkan dua individu atau lebih, saling ber integrasi secara verbal dan saling berhadapan, bertukar informasi, dan mempertahankan pendapat. Dalam upaya memecahkan masalah-masalah tertentu (problem solving) dengan langkah rasional dan objektif.

Dengan demikian upaya menumbuhkan wacana dikusi terhadap generasi muda sangatlah penting dilakukan yang tujuanya untuk membentuk sikap kritis dan peka sekaligus menelaah lebih dalam terhadap fenomena sosial yang ada, selain itu juga upaya peningkatan diskusi mengintegrasikan kebersamaan untuk mengasah ilmu pengetahuan, sebab Kusumah Indra (2007) mengatakan bahwa akal kolektif lebih kuat daripada akal individual.

Misalnya hal yang patut dijadikan tema diskusi adalah fenomena media massa yang sedang ramai menjadi pembicaraan publik karena adanya pemblokiran media khususnya Islam yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan alasan memprotek konflik hirizonatl (agama) dan sekaligus mencagah pertumbuhan terorisme di Indonesia. Oleh karena itu disnilah menjadi alasan mengapa peran pemuda harus ikut berdiskusi sebagai sikap kritis, mengingat pemuda adalah massa depan bangsa.

Tinjauan Pustaka Makalah

Contoh tinjauan pustaka yang terakhir adalah tentang makalah, dengan judul “Generasi Emas dan Bahasa Inggris”. Adapun contoh tinjauan pustaka ini adalah sebagai berikut:

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA MAKALAH

Pengertian generasi emas menurut adalah generasi muda yang menjadi penerus bangsa nilai produktif, berharga dan memiliki kegunaan apabila dilakukan pegelolaan dengan baik. Generasi ini akan ada di Indonesia pada tahun 2045 (Mungin Eddy Wibowo, 2012)

Dari bahasan generasi emas di atas dapat dikatakan bahwa diakui atau tidakgenerasi emas menjadi harapan besar yang dianggap mampu untuk mensejahteraan masyarakat Indonesia secara utuh, apalagi setelah 71 tahun kemerdekaan. Langkah untuk meningkatkan genrasi emas ini salah satinya ialah dengan melakukan penekanan peluang yang dinamakan bonus demografi (demographic dividend).

Bonus demografi sendiri menurut Wongboonsin (2003) dalam paparan kepala BKKBN Nasonal Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK di Univeritas Undayana diartikan sebagai keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya Rasio Ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang. Sehingga dalam upaya itu semua diperlukanlah kebijakan trategis dalam pembangunan bidang pendidikan untuk memaksimalakan bonus demografi yang dialami bangsa Indonesia pada tahun 2020-2035.

Harapan tentang generasi emas melalui bonus demografi tentu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik. Akan tetapi berbagai problematika mengimplementasikan kemajuan generasi emas melalui sebuah pembangunan pendidikan terlebih bahasa masih sangat kurang padahal ini semua adalah landasan dasar dalam mewujudkan persaingan di era pasar global.

Oleh karena itu dalam menyiapakan generasi emas dan menyambut peluang bonus demografi yang dialami oleh bangsa Indonesia pada tahun 2020-2035 hal yang paling mendasar adalah menyiapkan keahlian bahasa sebab bahasa dalam arti subjektif akan mempu meningkatakan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan Bahasa Inggris

Bahasa inggris adalah bahasa internasional yang berperan sebagai alat komunikasi potensial dalam era persaingan pasar global. Terlebih untuk memaksimalkan dan menyambut MEA 2015 bahasa ingris bukan hanya sekedar bahasa akan tetapi lebih memberi esensi dalam memperlancar komunikasi antar negara sehingga diharapkan dapat mewujudkan kesejahterakan seluruh masyarakat melali komunikasi yang sempurna.

Oleh karena demikian prihal kebijakan pendidikan bahasa ingris untuk masyarakat sangatlah penting dalam upaya responsi MEA 2015. Dengan kebijakan pendidikan oleh pemerintah yang mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran , serta pasal 31 ayat 3 yang juga menegaskan bahwa pemerintah dan menyelenggarkan suatu sisitem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, diharapakan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA.

Berdasakan upaya penekanan kebijakan penerapan pendidikan bahasa ingris tersebut diharapkan mampu dan sadar untuk menyiapkan generasi emas melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Baca Juga: Ide Pokok Paragraf

Demikianlah yang dapat saya bagikan kali ini tentang tinjauan pustaka. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam membuat tinjauan pustaaka. Sekian dan terima kasih.

Eci Desi Cewek Tomboy, suka main, hobi Traveling dan Baca Novel. Saat ini menjadi penulis tetap di Scholtrek.com.

Contoh Ungkapan

Eci Desi
3 min read

Ide Pokok

Eci Desi
1 min read

Pidato Bahasa Jawa

Eci Desi
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *